Image


Senin, 01 Februari 2016

Berolahraga di pusat kebugaran alias gym
Kategori: Info Kesehatan

Jakarta - Berolahraga di pusat kebugaran alias gym selalu dianggap sebagai kegiatan yang bermanfaat, menyehatkan dan melangsingkan. Namun, periset baru-baru ini menyatakan, kegiatan itu sesungguhnya buang-buang waktu. Mengapa begitu?

Tubuh manusia selalu beradaptasi dengan tingkat aktifitas yang lebih tinggi. Metabolisme tubuh terus berubah sehingga lebih sedikit kalori yang terbakar dalam aktifitas fisik berat di pusat kebugaran, menurut studi dari AS, dikutip Sydney Morning HeraldMinggu (31/1/2016)

Periset mengukur pengeluaran energi harian dan tingkat aktifitas lebih dari 300 pria dan wanita. Hasilnya, mereka dengan tingkat keaktifan cukup, seperti berjalan ke tempat kerja dan ke gym dua kali seminggu membakar 200 kalori lebih banyak dibandingkan mereka yang 'pemalas'.

Namun, waktu lebih lama dalam menghasilkan keringat tak memiliki banyak perbedaan pada jumlah kalori yang terbakar.

Ahli menyatakan bahwa ini menjelaskan fenomena plateau, yakni sulitnya berat tubuh turun setelah beberapa bulan menjalani diet dan olahraga rutin di pusat kebugaran.

Ilmuwan pimpinan Dr Herman Pontzer, dari City University di New York mengatakan penemuan itu menunjukkan bahwa olahraga di gym saja tidak cukup mencegah atau menghindari kenaikan berat badan. Ia pun mengeksplorasi kaitan antara aktivitas dan pengeluaran energi pada komunitas pemburu di bagian Utara Tanzania.

"Kaum suku Hadza sangat aktif, mereka berjalan jauh setiap hari dan melakukan kerja fisik berat sebagai bagian kehidupan sehari-hari mereka. Namun, dengan tingkat aktifitas tinggi itu, kami menemukan mereka memiliki daily energy expenditure atau jumlah asupan makanan, kalori, massa tubuh  yang sama dengan orang-orang dengan kehidupan modern seperti di Eropa dan AS. Itu mengejutkan."

Studi ini mengukur jumlah aktifitas dan konsumsi makanan pada lebih dari 300 pria dan wanita dalam seminggu. Partisipan dengan tingkat aktifitas sedang  mengeluarkan jumlah kalori yang paling banyak.

Dr Pontzer mengatakan, gaya hidup sedemikian mungkin melibatkan berjalan atau bersepeda ke tempat kerja, naik tangga senagai ganti lift, dan olahraga rutin seperti pergi ke [gym] sekali setiap minggu. Namun, lebih dari itu, tak ada perbedaan.

Orang-orang yang paling aktif membakar jumlah kalori yang sama dengan orang-orang yang hanya 'cukup' aktif," ungkap Dr. Pontzer.

Penemuan ini, yang diterbitkan di jurnal Current Biology, memperkuat pesan bahwa Anda tak bisa menghindari pentingnya menjaga pola makan ketika ingin menurunkan berat tubuh. Namun, aktivitas semua itu dapat dilakukan di mana saja, tanpa perlu ke pusat kebugaran. 

Namun, perlu diingat bahwa olahraga pun memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan.

Dr. Pontzer mengatakan, "ada banyak bukti bahwa olahraga penting dalam menjaga tubuh dan pikiran sehat, dan studi ini tak mengubah pesan itu. Yang perlu dingat adalah, kita juga perlu berfokus pada pola makan, umumnya dalam menjaga berat tubuh dan menghindari atau mencegah kenaikan berat badan." (Liputan, 6)




Image