header-int

Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) STIKES Wira Husada Tahun 2017 di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul Yogyaka

Kamis, 09 Nov 2017, 13:02:33 WIB - 54 View
Share
Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) STIKES Wira Husada Tahun 2017 di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul Yogyaka

Ada Apa dengan Skizofrenia dan Yogyakarta?

Menurut data riset kesehatan dasar tahun 2013 Yogyakarta menduduki salah satu peringkat tertinggi di Indonesia sebagai daerah yang memiliki penyandang gangguan jiwa berat (skizofrenia), Yogyakarta memiliki sekitar 16 ribu orang yang hidup dengan skizofrenia dengan prevalensi skizofrenia 4,6 per 1000 penduduk. Salah satu wilayah yang cukup tinggi laporan kejadian Skizofrenia adalah kecamatan Imogiri kabupaten Bantul Yogyakarta. Pada semester pertama tahun 2014 index penyakit skizofrenia pada rawat jalan Puskesmas Imogiri II tercatat 781, bahkan pada semester kedua tahun 2014 meningkat menjadi 1203 kunjungan di rawat jalan Puskesmas Imogiri II. Menurut keterangan Puskesmas setempat sampai saat ini trend kejadian penyakit ini masih terjadi.

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang bersifat kronis dan selalu mengalami kekambuhan. Selain karena angka insidensi yang cukup tinggi di wilayah kerja puskesmas Imogiri II, sekitar 80% kasus kunjungan pada rawat jalan puskesmas Imogiri II tersebut merupakan kasus kekambuhan secara berulang (relapse). Screening data dan kegiatan lain berkaitan dengan kejadian Skizofrenia rutin dilaksanakan di Kecamatan Imogiri. Bahkan tema misi Puskesmas setempat adalah mengenai Skizofrenia. Mungkin Inilah yang menyebabkan angka kejadian penyakit Skizofrenia "seolah-olah" tinggi di wilayah ini. Saya yakin angka penyakit ini menjadi fenomena gunung es di beberapa Kecamatan lain di DIY.

Tahun 2015 yang lalu Tim Dosen STIKES Wira Husada melakukan riset & kajian mengenai fenomena unik ini di Kecamatan Imogiri. Riset dilakukan dengan mengambil populasi & sampel keluarga penderita Skizofrenia di desa dan dusun di kecamatan Imogiri. Hasilnya diperoleh fakta bahwa tingginya angka kejadian skizofrenia disebabkan oleh faktor pengetahuan dan dukungan keluarga yang tergolong rendah.

Pada tanggal 10 April 2017 yang lalu Tim mengadakan Brainstorming, sosialisai dan Penandatanganan MoU Kerja sama dengan pihak Pemerintah Desa Sriharjo Kec. Imogiri Kab. Bantul bersama Ka.Puskesmas Imogiri II beserta jajaran dan seluruh kepala dusun. Penandatangananan dilakukan oleh saya sebagai ketua Tim pelaksana dan Ka. Desa Sriharjo.Setelah penandatangan tersebut rangkaian kegiatanpun mulai massive dilaksanakan, dimulai dari intervensi penyuluhan dan pshycoeducation kepada kader kesehatan, keluarga, dan masyarakat, Deteksi Dini,Pemeriksaan Kesehatan dan lain-lain.

Hal yang menjadi Keprihatinan terbesar adalah mayoritas penderita berusia produktf 18 s.d 45 tahun. Banyak saudara-saudara kita yang seharusnya di usia produktif mereka dapat menghasilkan & berbuat sesuatu, harus bergumul karena gangguan penyakit ini. Melalui hal kecil yang dilakukan pada kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) STIKES Wira Husada ini, kiranya dapat memberi sedikit solusi dan titik terang penanganan Skizofrenia di Yogyakarta, Khususnya Desa Sriharjo. Dan mungkin melalui apa yang kami lakukan ini dapat menjadi referensi untuk penanganan Skizofrenia pada skala nasional, atau yang lebih luas.

Dokumentasi foto klik disini

 

 

STIKES STIKES WIRA HUSADA YOGYAKARTA adalah Sekolah Tinggi Kesehatan yang pertama berdiri di kota Yogyakarta dan kami berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik yang melahirkan lulusan yang professional dan berkarakter di bidang kesehatan. Semua Program Studi telah terakreditas B dari LAMPT-Kes.
© 2017 STIKES Wira Husada Yogyakarta STIKES Wira Husada Yogyakarta : Facebook Twitter Linked Youtube